Pages

Tampilkan postingan dengan label Ngarang :). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ngarang :). Tampilkan semua postingan

Minggu, 01 Mei 2011

Siang itu cuaca tanah rencong sangat panas , tak beda dengan suasana hati ratrie yang juga tengah panas . Dia  mendapatkan kabar dari ibu , bahwa beliau belum bisa mengirimkan uang untuknya yang tengah merantau .
“haloo , assalamualaikum bu .“ sahut ratrie etika telefon genggamnya berdering .
Dari seberrang sang ibu menjawab “waalaikumsalam , de’ . ibu hanya ingin menyampaikan bahwa ibu belum bisa mengirimkan uang untukmu , padinya belum laku nak.“ ada gurat kecewa dari suara ibu .
Setelah mendengar berita tersebut ratrie merasa kecewa , dia berfikir kenapa orangtuanya tidak mengerti keaadaannya . akhirnya dengn suara berat dan hampir menangis dia menjawab “ohh , ya udaa gapapa bu.”
Sang ibu pun bertanya hal lain kepada ratrie , namun dia hannya menjawab seadanya , dia ingin menangis saat itu juga , tapi ditahannya karena tidak ingin sang ibu tau . akhirnya ibu menyudahi pembicaraan dan ratrie baru mulai menangis , entah apa yang ditangisi , dia merasa sangat memerlukan uang tersebut .
Ratrie tidak berfikir bagaimana usaha orangtuanya untuk dia , dia memaksakan kehendak untuk dirinya sendiri , bahkan untuk bersabarpun ia enggan .

***

Setelah beberapa saat , ratrie memiliki perasaan yang tidak enak , karena dia merasa sudah berdosa membuat ibunya bersedih , setelah sholat ashar ratrie menghubungi sang ibu kembali , namun yang mngangkat telefon sang ayah .
Dengan suara selembut biasanya ayah menjawab “haloo , assalamualaikum de’ , ada apa ?”
“waalaikumsalam yah , emhh , engga ade’ Cuma mau bilang kalo uang buat ade’ tunggu ayah jual padi aja engga papa , ga usah pinjam siapa.siapa yah , lagian ade’ engga terlalu perlu kok” , begitu sanggahannya kepada sang ayah .

“ohh , iya udah tunggu aja ya de’ , yang sabar” , ucap sang ayah kembali .
Lalu dia minta kepada ayah agar memberikan ponselnya kepada ibu , dan beberapa saat kemudian ratrie menjelaskan kembali maksudnya kepada sang ibu , Alhamdulillah dia merasa lega karna kini nada suara ibu tak seperti tadi siang , beliau pun seperti biasa bercerita tentang apapun kepada ratrie, hingga akhirnya beliau berkata  “sudah dulu ya de’ , ibu lanjutin kerjaan ibu dulu”
Dan dengan senyum merekah ratrie berkata “iya bu , ratrie sayang sama ibu.”
Dalam hati Ratrie telah bertekad , bahwa ia ingin mmembuat orangtuanya bahagia dengan bersabar dan mengerti dengan keadaan orangtuanya .

Kisah ini hanyalah fiktif belaka , maav jika ada persamaan tokoh , hahaa :D

Kekonyolan di Pagi Hari

     Well , sebelumnya gue ma cerita , semaleman gue ga bisa tidur entah apa penyebabnya gue ga tau , mungkin karna cappucino yang gue minum sore kemaren waktu duduk dicafepustaka , tapi yang harus lo tau , biasa efeknya ga segininyaa euy .
      Jam 8 sampe jam 9 lebih gue cari makan diluar pulang uda ngerasa capek banget terus gue langsung sholat isya’ , takut keburu ngantuk . usai sholat gue isengbaca buku ehh keterusan sampe abis satu buku gue lahap (makanan kalii neng dilahap) , udaa selesai baca buu gue gatau mau nggapain , online terus chatting beberapa saat , semua udaa ga seru gue out . Aduh , gue pusing balik badan sana , balik badan sinii tetep aja ga bisa tidur , ckck.
     Gue memutuskan untuk ambil air wudhu dan sholat , dari pada bolak-balik badan dikasur ga ada manfaat apa.apa cuy .  selesai sholat tetep aja mata ini belum mau diajak mengarungi pulau kapuk bersama , akhirnya gue nyetrika beberapa baju yang numpuk dibelakan , selesai nyetrika gue ngrasa agak capek , pas banget adzan shubuh berkumandang akhirnya gue wudhu da sholat shubuh .
     Singkat cerita gue capek dan berencana tiidur 2jam selum pergi keacara perpisahan kelas , belum sampe 2jam tidur , uddaa adaaa aja gangguannya , pertama pintu digedor.gedor suruh jemur baju , gue iyain tapi ntar . kedua digedor lagi karna suruh bantuin kancingin baju , ckck penting ga sihh ? akhirnya gue ga tidur lagi gue nyalai teve terus gue tinggal jemur baju , hahaa .
    Nah , disini ni kekonyolan yang paling parah gue lakuin , “GUE JEMUR BAJU YANG BELUM DICUCI” parah banget kan ? emang , ini tragis. (ketawa aja)
       Awalnya gue ga nyadar , waktu masuk rumah gue bilang “bajunya kok agak apek sih?”
“apek ? koko bisa kan udaa dikasih pewangi tadi?” kata tante gue .
      Gue dengan tampang bloon bilang “ntahh? Coba liat aja”
      Waktu diliat ternyata tante langsung bilang “lhoh , baju ituu kan emang belom dicuci , yaiyalah apek!”
      Gue cuma bisa bilang “haaa? Kirain udaa dicuci juga”
     Ya Allah , ternyata ini efek ga tidur semaleman , parah banget , akhirnya gue angkat lagi dehh tu baju , ckck dua kali kerja .

***

sorry pake bahasa gauull getohh , hahaa .

Pesan moral : belajar tentang “mengetahui baju yang bulom dan udaa dicuci” ternyata penting dan satu lagi cewe ituu HARUS tau yang namanya NYUCI biar ga terjadi kesalahn yang lebih fatal , hahaa .

Rabu, 27 April 2011

Hidup Ini Indah

     Aku termenung meratapi apa yang terjadi terhadap diriku , lemah tak berdaya , tak ada yang dapat aku lakukan , aku tak berguna , yaa bahkan aku sangat tidak berguna untuk siapapun , itu adalah bayangan yang selalu menghantui aku setiap  saat .
     Tapi semuanya berubah drastis ketika seorang shabat mendatangiku dan memberi aku semangat , dy bilang “buat apa sihh kita buang waktu Cuma untu meratapi nasib , toh akhirnya ga ada yang bisa kita hasilkan , mending kita bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah untuk kita , sempurna ataupun engga , kasih sayang Allah engga ada bedanya kok”
     Semua celoteh dia membangunkan aku dari semua mimpi buruk selama ini , dia benar , ga ada untungnya SAMA SEKALI , akhirnya aku bertekat untuk melakukan sesuatu yang menghasilkan , paling tidak untuk membuat kedua orang tuaku tersenyum .
     Pagi itu setelah aku membersihkan diri denga bantuan bubu , aku turun dari kamar menemui ayah dan ibu , aku bilang sama mereka bahwa aku inginls biola , hanya itu yang terbayang dalam benakku , lalu kedua orang tuaku saling pandang karena merasa heran akan tetapi dibalik rau wajahnya aku tau mereka sangat bahagia , mugkin karena tlah lama sekali mereka hanya melihat wajah murung anaknya . Seketika seusai sarapan mereka mengantarku ketempat les biola , ketika sampai aku merasa minder karna aku sadar bahwa hanya akuu yang berbeda disini , hanya aku yang menggunakan kirsi roda , namu mama tersenyum yakin kepadaku , hingga akhirnyaa aku merasa tak ada masalah yang terlalu serius .

***

     Esoknya aku sudah mulai les biola dengan ibu dina , beliau guru yang baik dan sangat ramah , beliau mengajari aku dengan sangat sabaar , sehingga aku belajar dengan enjoy , semua berjalan lancar dan bu dina memujiku karena permainanku yag apik . Kini hari hariku mulai ceria kemballi , akuu melihat raut kedua oranguaku sangat bahaga , mereka sudah tidak cemas lagi terhaadap kondisiku .

***

     Semua berjalan dengan baik , begitu juga dengan les biola , sutu ketika , bu dina memberi tau kami bahwa ada kompetisi biola se jabotabe , beliau memilih beberapa diantara kami untuk berpartipasi , dan aku termasuk salah satu yang terpiih , tak ku sia siakan kepercaan bu dina , aku terus berlatih dengan giat .
Har H tiba , aku pergi dengan kedua orang tuaku , mereka sangat mensupprt aku hiangga tiba giliranku menujukkan kebolehan , subhanallah semua penonton terkesima akan aksiku , kedua orangtuaku berdiri untuk brtepuk tangan hingga pemirsa yang lain pun menyusul dengan tepuk tangan yang sangat ramai .
     Setelah uassai aku turun dan memeluk kedua irangtuaku , mereka mengis terharu .
Pengumuman pun iba , aku tidak terlalu berharap untuk menjadi juara karna aku rasa aku baru belaja biola , namun keika host membacaakan juara pertama aku mendengar namaku yang disebut , yaa aku menang , alhamdulillah ya Allah .
     Aku tidak menyangka sama sekali , semua memberi selamat kepadaku . Aku sadar bahwa sebenarnya aku terlambat untuk memaknai hidupku , aku kurang bersyukur aatas apa yang telah diberikan Allah untukku , dan aku ingat pesan teman ku “lakukan sesuatu untuk mewujudkan rasa syukur kita terhadap nikmat Allah” :)

The End , hahahaa :D